Akan tetapi, realisasinya berbeda. Ekspor terus menunjukkan peningkatan. Pada Maret 2016, ekspor tercatat mencapai US$ 11,79 miliar atau meningkat 4,25% dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
"Kemarin rupiah sampai Rp 14.000/US$ ekspor nggak naik, harusnya rupiah anjlok orang membeli lebih murah. Sekarang dengan rupiah menguat malah lebih naik (ekspor)," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (15/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dugaan kami memang permintaan orang luar saja," imbuhnya.
Sekarang, perekonomian memang belum sepenuhnya pulih. Namun, dimungkinkan banyak negara sudah kehabisan komoditas dari Indonesia .
"Jadi ini memang karena orang lain itu butuh karena tidak banyak yang punya komoditas seperti Indonesia," terang Suryamin. (mkl/drk)











































