Turunnya harga minyak dunia terimbas dari gagalnya negara-negara produsen minyak mencapai kesepakatan untuk menahan produksi minyak mereka.
Demikian dilansir CNBC, Senin (18/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bursa saham Jepang, Indeks Nikkei 225 memimpin pelemahan bursa saham di Asia yang merosot hingga 3%. Sementara bursa saham Korea, Kospi, tercatat turun 0,47%. Di bursa saham Australia juga mencatatkan penurunan, indeks ASX 200 turun 0,22%, dan di Hong Kong, Indeks Hang Seng melemah 1,10%.
Sementara bursa saham China juga mencatatkan penurunan sebesar 1,28% dan Shenzen Composite turun 1,34%.
Market Analis IG, Angus Nicholson mengatakan, ada korelasi yang kuat antara harga minyak dan saham. Pasar Asia masih akan melemah dalam seminggu ke depan.
Harga minyak anjlok hingga 5%, dengan minyak mentah berjangka AS turun 5,08% ke level US$ 38,31, sementara minyak Brent turun 4,66% menjadi US$ 41,09.
Anjloknya harga minyak dunia terjadi setelah negara-negara penghasil minyak dalam pertemuan di Doha, gagal menghasilkan kesepakatan untuk menahan hasil produksi minyak mereka.
Para pekerja minyak dan gas di Kuwait mogok mulai hari Minggu waktu setempat.
Reuters melaporkan, pemogokan itu dilakukan untuk memprotes rencana pemerintah terkait pemotongan upah pekerja akibat dari penurunan harga minyak mentah. Saham-saham energi di Asia melemah tajam.
Di Jepang, yen naik sementara bursa saham jatuh setelah gempa kedua melanda Jepang bagian selatan, Sabtu waktu setempat.
Saham-saham eksportir otomotif seperti Toyota, Nissan, dan Honda merosot antara 3,95% dan 5,07%. Saham Sony anjlok 5,43%. Penguatan yen berdampak negatif bagi eksportir karena mempengaruhi laba mereka di luar negeri ketika dikonversi ke mata uang lokal.
Di tempat lain, dolar Australia turun ke US$ 0,7671, setelah naik di sesi sebelumnya sebesar US$ 0,7719.
Yuan China melemah terhadap dolar AS. Bank sentral China mematok penurunan mata uang yuan terhadap dolar AS maksimal 2%. (drk/ang)











































