Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini stagnan. Dolar AS bergerak di posisi Rp 13.195 sama seperti posisi pada penutupan perdagangan sore pekan lalu.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun tipis 3,527 poin (0,07%) ke level 4.911,210. Aksi ambil untung terjadi di saham-saham unggulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG jatuh 33,293 poin (0,68%) ke level 4.881,444 terkena aksi ambil untung alias profit taking. Delapan indeks sektoral jatuh ke zona merah.
Hanya sektor pertambangan, industri dasar, dan infrastruktur yang masih bisa menguat. Sektor finansial yang jatuh paling dalam.
Menutup perdagangan awal pekan, Senin (25/4/2016), IHSG terpangkas 35,875 poin (0,73%) ke level 4.878,862. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 7,215 poin (0,85%) ke level 845,650.
Indeks hanya sempat menyentuh zona hijau di awal perdagangan, sampai di level 4.920 sebelum akhirnya lengser.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 118,371 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 274.111 kali dengan volume 5,201 miliar lembar saham senilai Rp 5,84 triliun. Sebanyak 130 saham naik, 179 turun, dan 84 saham stagnan.
Bursa-bursa Asia kompak melemah menutup perdagangan hari ini. Sentimen negatif ini membuat IHSG juga ikut ditutup negatif.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore hari ini:
- Indeks Nikkei 225 turun 133,19 poin (0,76%) ke level 17.439,30.
- Indeks Hang Seng melemah 162,60 poin (0,76%) ke level 21.304,44.
- Indeks Komposit Shanghai terpangkas 12,28 poin (0,41%) ke level 2.946,96.
- Indeks Straits Times terkoreksi 48,05 poin (1,63%) ke level 2.892,38.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 2.225 ke Rp 44.775, United Tractor (UNTR) turun Rp 725 ke Rp 16.000, Tembaga Mulia (TBMS) turun Rp 450 ke Rp 9.050, dan BRI (BBRI) turun Rp 400 ke Rp 10.500. (ang/dnl)











































