Carl Icahn, orang terkaya nomor 22 di Amerika Serikat (AS) yang jadi salah satu pendukung Apple, ternyata telah melepas saham Apple miliknya. Langkah Icahn ini menghebohkan bursa Wall Street.
Kepada CNBC kemarin, Icahn mengatakan, dia telah menjual saham Apple dalam jumlah besar, karena kekhawatiran soal kemampuan Apple mengatasi lesunya pasar China.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari CNN, Jumat (29/4/2016), saham Apple turun 2% setelah Icahn mengumumkan penjualannya ini. Sepanjang tahun ini, saham Apple telah turun 9%.
Icahn memang khawatir, Apple akan menemui kesulitan di China. Dia menambahkan, pemerintah China bisa membuat Apple makin sulit jualan di negara tersebut.
Meski begitu, Icahn mengatakan, bisa saja dia membeli kembali saham Apple suatu saat, bila kondisi di China sudah stabil. Dia percaya Apple masih merupakan perusahaan hebat, dan memuji kinerja CEO Apple, Tim Cook.
Icahn di akhir 2015 lalu memiliki sekitar 46 juta lembar saham Apple. Sebelumnya, Apple menjadi salah satu saham yang mendatangkan untung banyak bagi Icahn, sekitar US$ 2 miliar sejauh ini. Icahn memiliki saham Apple dalam jumlah besar sejak 2013.
Dilansir dari Forbes, Icahn merupakan orang terkaya nomor 22 di AS dengan harta US$ 17,7 miliar atau sekitar Rp 233 triliun.
Lewat Icahn Capital Management, Icahn mengoleksi sejumlah saham sebagai sumber pendapatan utamanya. Pria 80 tahun ini juga merupakan pemegang saham Freeport McMoran. (wdl/wdl)











































