Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah. Dolar AS bergerak di posisi Rp 13.195 dibandingkan posisi pada perdagangan sore kemarin Rp 13.178.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun tipis 9,024 poin (0,19%) ke level 4.839,366 membuntuti pasar saham regional yang sudah lebih dulu melemah. Investor asing kembali melepas saham unggulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG melemah 17,831 poin (0,37%) ke level 4.830,559 akibat tekanan jual investor asing. Indeks masih bertahan di level 4.800-an.
Indeks sempat jatuh ke titik terendahnya hari ini di 4.818. Sembilan sektor melemah, hanya satu sektor masih bisa menguat yaitu sektor perdagangan.
Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (29/4/2016), IHSG berkurang 9,807 poin (0,20%) ke level 4.838,583. Sementara Indeks LQ45 mundur 1,894 poin (0,23%) ke level 832,514.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 416,217 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 226,088 kali dengan volume 5,995 miliar lembar saham senilai Rp 5,908 triliun. Sebanyak 124 saham naik, 185 turun, dan 86 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan akhir pekan dengan negatif, pasar saham China memimpin pelemahan. Pasar saham Jepang hari ini libur menyambut hari Showa
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:
- Indeks Hang Seng anjlok 320,98 poin (1,50%) ke level 21,067.05.
- Indeks Komposit Shanghai melemah 7,27 poin (0,25%) ke level 2.938,32.
- Indeks Straits Times turun 23,77 poin (0,83%) ke level 2.838,53.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 2.300 ke Rp 69.250, Unilever (UNVR) turun Rp 900 ke Rp 42.575, Inti Bangun (IBST) turun Rp 220 ke Rp 2.175, dan Supreme Cable (SCCO) turun Rp 220 ke Rp 4.760. (ang/ang)











































