"Kamu lihat yang di bursa ada berapa yang Rp 50 perak. Tapi yang tidur itu tidak hanya yang Rp 50 perak. Tiap hari yang bertransaksi itu sekitar 357-400 perusahaan. Memang yang tidak aktif sekitar 100 lebih perusahaan," ujar Direktur Utama BEI, Tito Sulistio, saat ditemui di Main Hall BEI, Jakarta, Selasa (3/5/2016) malam.
Dia menjelaskan, saham tidur tersebut biasanya terjadi karena beberapa hal, bisa karena tidak ada yang mau menjual atau bisa juga karena saham tersebut tidak diminati sehingga tidak ada transaksi jual-beli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait hal tersebut, Tito menambahkan, pihaknya akan memanggil emiten-emiten yang sahamnya tidur.
"Bursa akan mengundang mereka semua seperti peraturan luar negeri, jika jumlah sama di bawah biasanya diminta menunjuk market maker. Tapi untuk menunjuk market maker, brokernya mesti diperkuat dulu modalnya. Nah ini lagi kerja semua," imbuh Tito. (drk/ang)











































