"Dalam 5 tahun kita ada rencana tambah investasi US$ 500 juta (Rp 6,5 triliun). Sampai 2020. Itu bisa lebih, tapi kalau kurang dari itu nggak mungkin," kata Corporate Secretary Unilever Sancoyo Antarikso dalam paparannya di Kembang Goela Resto, Jakarta, Selasa (10/5/2016).
Dana tersebut akan diaplikasikan dalam berbagai bentuk pengembangan usaha seperti penambahan kapasitas produksi hingga penambahan jenis produk baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penandatanganan antara Chief Supply Chain Unilever mewakili Unilever dengan Pemerintah diwakili BKPM. Signing-nya kemarin waktu ke UK (Inggris), waktu Pak Jokowi dan rombongan ke UK. Sekitar bulan April. Baru kemarin banget," tutur dia.
Dengan adanya penambahan investasi di Indonesia, Unilever berharap dapat meningkatkan perannya terhadap perekonomian di Indonesia terutama dalam hal penciptaan lapangan kerja baru baik yang langsung maupun tidak langsung.
"Tentunya iya (akan ada tambahan tenaga kerja). Serapan tenaga kerja pun bukan hanya yang direct (langsung) tapi juga yang indirect (tidak langsung) juga. Jadi kalau kita bertambah besar tentu tenaga kerja akan ada tambahan di supplier kita, penambahan tenaga kerja di distributor kita. Jadi harus dilihatnya lebih ke multiplier effect-nya," pungkas dia. (dna/ang)











































