Corporate Secretary Unilever Sancoyo Antarikso mengatakan, ada alasan tersendiri mengapa pihaknya belum berencana menurunkan harga produknya meski harga BBM turun.
"Kita terus monitor dari berbagai sisi. Kita lihat pergerakan rupiah. Pergerakan harga CPO dan banyak lagi. Jadi banyak faktor yang harus kita perhitungkan untuk menetapkan harga. Tidak bisa hanya lihat harga BBM," kata dia ditemui di Kembang Goela Resto, Jakarta, Selasa (10/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami price strategi harus hati-hati. Kita harus hitung antara adorable dan profitability," pungkas dia.
Informasi saja, belum lama ini pemerintah telah memutuskan untuk menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium sebesar Rp 500/liter dari Rp 6.950 menjadi Rp 6.450/liter.
Hal tersebut disampaikan Menteri ESDM Sudirman Said dalam konferensi persnya di Istana Negara, Jakarta, Rabu (30/3/2016) lalu. Sudirman menyebutkan, harga baru tersebut berlaku mulai 1 April 2016.
Harga solar juga turun Rp 500 per liter, dari sebelumnya Rp 5.650 menjadi Rp 5.150. Sementara harga minyak tanah tetap. (dna/drk)











































