"Ya plus minus segitu (50%), lumayan lah. Tahun lalu (kredit) Rp 1,25 triliun," ujar Direktur Utama Bank Ganesha Surjawaty Tatang di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (12/5/2016).
Hingga kuartal I -2016 ini, Bank Ganesha telah menyalurkan kredit sebesar Rp 1,5 triliun. Mayoritas kredit disalurkan di sektor ritel, pengolahan industri, dan lembaga keuangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Waty optimistis, angka kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) tahun ini bisa ditekan hingga di bawah 1,8%. Sebelumnya, angka kredit bermasalah perseroan mencapai di atas 4%.
"Net NPL kita sekarang sehat, sekarang sudah 1,8%. Sebelumnya ya bisa dilihat di neraca, kayaknya di atas 4%. Tahun ini pasti dijaga, moga-moga bisa di bawah 1,8%, tapi secara industri kan di sekitar segitu ya," tuturnya.
Di samping itu, dengan melakukan Initial Public Offering (IPO), modal Bank Ganesha meningkat menjadi Rp 1 triliun yang sebelumnya Rp 200 miliar. Dengan demikian, perseroan siap melangkah ke Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) II.
"Sekarang dengan kita listing ini, kita akan menuju ke BUKU II, jadi memang dari struktur modalnya sebagai syaratnya kan harus Rp 1 triliun minimal. Itu kita sudah mencapai di situ modal intinya," kata dia.
Oleh karena itu, ia menyasar segmen kredit baru yaitu konsumer dengan mengembangkan Kredit Tanpa Agunan (KTA), Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dan multifinance.
"Dengan menjadi BUKU II, kita bisa menuju ke sana. Konsumernya kita akan kembangkan KTA, KPR, kredit mobil. Sama mungkin rencananya kalau dikasih izin akan gerak di bancassurance. Kita belum ada mitra asuransinya, rencananya kita akan minta approval dulu, kira-kira kan harus ada 2-3 partner ya," imbuh Waty.
Kembangkan Digital Banking
Bank yang tercatat sebagai emiten ke-4 di BEI tahun 2016 ini berencana mengembangkan bisnisnya ke digital banking.
"Kita bisa mengembangkan produk-produk seperti internet banking, mobile banking, dan mungkin juga pengembangan infrastruktur kami misalnya penambahan ATM dan sebagainya," ujar Waty.
Untuk itu, pihaknya telah menyiapkan dana sebesar Rp 10 miliar dari anggaran belanja modal.
"Kita sudah cadangkan untuk itu, kira-kira mungkin sekitar Rp 10 miliar ya (dari Capex). Memang kita rencana bisnis bank kita yang sudah disampaikan ke OJK memang tahun ini, jadi tinggal tunggu approval saja," lanjut Waty.
Selain itu, ia menambahkan akan menambah cabang tetapi lebih fokus di pengembangan outlet lewat digital. Namun, ia tidak menyebutkan biaya yang digunakan untuk buka cabang tersebut.
"Ada (rencana buka cabang) kita sekarang 16 kantor, cabang sih mungkin akan tambah 1 di Bandung, selebihnya mungkin memang lagi tren di dunia digital, jadi kami mungkin akan fokus pengembangan outlet itu lewat digital, moga-moga bisa diizinkan tahun ini untuk mobile dan internet banking," tuturnya. (drk/drk)











































