Laba Semen Indonesia Turun 13% Jadi Rp 1,03 T dalam 3 Bulan

Laba Semen Indonesia Turun 13% Jadi Rp 1,03 T dalam 3 Bulan

Dana Aditiasari - detikFinance
Jumat, 13 Mei 2016 19:59 WIB
Laba Semen Indonesia Turun 13% Jadi Rp 1,03 T dalam 3 Bulan
Foto: Dana Aditiasari
Jakarta - PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mencatatkan penurunan pendapatan sepanjang kuartal pertama tahun 2016 sebesar 5,05% menjadi Rp 6,02 triliun dibandingkan periode yang sama tahun 2015 sebesar Rp 6,34 triliun.

Penurunan pendapatan ini mengakibatkan penurunan juga pada laba bersih di periode Januari-Maret 2016 menjadi Rp 1,03 triliun atau turun sebesar 13,45% dibandingkan periode yang sama tahun 2015 sebesar Rp 1,19 triliun.

"Penurunan ini disebabkan karena pada triwulan pertama ada perbaikan di fasilitas kita. Tapi sekarang sudah siap. Direncanakan di April ini kita harapkan sudah mulai bisa tumbuh di atas industri," ujar Direktur Utama Semen Indonesia Rizkan Chandra usai RUPS di JW Marriott Hotel, Jakarta, Jumat (13/5/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk kembali mendongkrak kinerja di tahun ini, kata dia, perusahaan sebenarnya sudah punya sejumlah program strategis di antaranya mendirikan Semen Indonesia Internasional.

"Semen Indonesia Internasional yang berada di bawah PT Semen Indonesia Tbk ini nantinya akan menjadi holding seluruh entitas usaha perusahaan yang beroperasi di luar negeri," jelas dia.

Entitas usaha baru ini akan beroperasi sebagai perusahaan trading internasional semen di Indonesia dengan pasar internasional terutama pasar regional.

"Pasar semen dalam negeri ini kan Up and Down. Dengan adanya pasar regional ini maka akan jadi penyeimbang. Contohnya seperti di Bangladesh yang season demand-nya (musim saat permintaan tinggi) terhadap semen itu terbalik dengan Indonesia. Jadi ketika demand di Indonesia turun dan pasokan berlebih, bisa disalurkan ke Bangladesh dan sebaliknya," sebut dia.

Di sisi produksi, kata dia, perusahaan akan memperkuat basis produk di Padang dan Aceh untuk menjawab pasar regional.

"Secara geografis kan dekat ke pasar regional. Kita bisa menyasar negara yang marketnya besar tetapi tidak memiliki bahan (bahan baku membuat semen) dan negara lain yang punya bahan tapi belum maksimal pemanfaatannya," sambung dia.

Diharapkan, upaya ini bakal meningkatkan akses pemasaran semen yang diproduksi perusahaan. Sehingga kontribusi pasar internasional bisa menyumbang pendapatan hingga 15% dari total pendapatan perusahaan dari saat ini yang kurang dari 10% dari total pendapatan perusahaan.

Selain melebarkan sayap ke pasar internasional, perusahaan juga akan memperkuat pasar dalam negeri dengan menggarap lini-lini bisnis baru. Pertama adalah anak usaha di sektor ready mix. Kedua adalah pasar precast.

"Di Ready Mix, kami mengupayakan Semen Indonesia jadi majority. Sedangkan di precast (beton pra cetak) kita jadi minority dengan bekerja sama dengan partner yang punya market. Bisa jadi, bahasa saya bisa jadi ya. Bisa jadi WIKA Beton lewat IPO," tutur dia.

Dengan semua upaya ini, diharapkan Semen Indonesia bisa mencatatkan kinerja yang lebih baik lagi seiring dengan gencarnya pembangunan infrastruktur yang dilakukan Pemerintah. (dna/drk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads