Menanggapi hal ini, Direktur Pengembangan BEI Nicky Hogan menyebutkan, pihaknya masih mengkaji permasalahan saham yang tidak pernah diperdagangkan sama sekali dalam jangka waktu yang lama.
"Ada pembicaraan tapi masih belum, masih dikaji," jelas Nicky saat Peluncuran Galeri Investasi Mobile di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (17/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dihapuskan nggak mungkin. Tidak mungkin saham yang ada walaupun harganya Rp 50 dihapuskan," terang Nicky.
Pihaknya berjanji akan mencari solusi terbaik terhadap fenomena saham tidur ini. Sehingga para investor yang dananya 'terjebak' dalam saham ini tidak mengalami kerugian.
"Ke depannya mungkin akan dipikirkan supaya investor kan tetap terakomodir. Soalnya kan sekarang sahamnya tidak dapat diperjualbelikan di reguler," tutup Nicky. (drk/drk)










































