Spin Off Saham Bogasari Dilakukan September

Spin Off Saham Bogasari Dilakukan September

- detikFinance
Sabtu, 19 Mar 2005 17:18 WIB
Jakarta - Manajemen PT Bogasari Flour and Mills memastikan spin off (pelepasan) saham milik PT Indofood di Bogasari akan dilakukan pada September 2005 ini. Rencananya saham yang akan dilepas mencapai 10-20%. Hal ini disampaikan Presdir PT Bogasari Fransiscus Wilerang dan Senior Vice President Commercial Bogasari Philip S. Purnama di pabrik Bogasari, Cilincing, Jakarta, Sabtu, (19/3/2005)."Bogasari akan spin off pada September," kata Wilerang.Sebelumnya, CEO Indofood Anthony Salim sempat melontarkan rencana spin off dan penawaran umum terhadap saham Bogasari akan dilakukan pada semester II atau III tahun 2005. Namun, tidak disampaikan secara spesifik waktu pelaksanaan spin off tersebut. Sementara itu, Philip S. Purnama mengungkapkan, saham yang akan di-spin off sekitar 10-20 persen. Langkah ini diharapkan bisa membuat Bogasari lebih independen."Jadi tidak menjadi vertical integration lagi dengan Indofood, tapi dimiliki pemegang saham publik yang lain dengan Indofood. Jadi ada kontrol independen terhadap Bogasari maupun Indofood," kata Philip.Langkah spin off ini, kata dia, juga memberikan nilai tambah pada pemegang saham Indoofood karena secara indirect mereka bisa memiliki dua saham, yakni saham Indofood dan Bogasari.Seperti diketahui saat ini untuk proses spin off tersebut, manajemen Bogasari tengah menyelesaikan legal administrationnya. Rencananya dana hasil spin off itu akan digunakan untuk refinancing utang.Sementara itu, mengenai ekspansi usaha, Philip mengatakan, tetap akan dilakukan dan tidak akan tergantung dari jadi atau tidaknya spin off."Itu tergantung permintaan. Kita baru saja ekspansi dengan menambah 1.000 ton dari 16 ribu ton menjadi 17 ribu ton/hari," kata dia.Mengenai ekspor, Philip juga mengungkapkan, saat ini permintaan ekspor dari Jepang sangat tinggi, di mana setiap bulannya mencapai 100-200 kontainer atau sama dengan 2.000-4.000 ton. Dia juga mengungkapkan, pihaknya akan meningkatkan ekspor premix flour ke Jepang dari 10 persen menjadi 20 persen. Premix flour adalah tepung terigu premix yang dicampur dengan enzim dan susu yang nilainya lebih tinggi dibanding tepung biasa.Selain itu untuk kawasan Asia Tenggara Bogasari mempertimbangkan untuk meningkatkan ekspor pasta, makaroni dan spageti yang kini telah menguasai 20 persen pangsa pasar di kawasan ini.Sementara itu, ekspor ke Philipina juga akan ditingkatkan dari 40 persen menjadi 80 persen. "Produk kita sangat populer di sana. Bahkan, kita sudah mendapat kontrak suplai 80 persen dari seluruh kebutuhan pasarnya atau setara dengan 20 ton," kata Philip.Mengenai marker share di dalam negeri, katanya, masih cukup stabil dengan pangsa pasar sekitar 70 persen. "Kita sendiri tidak ingin market share dalam negeri terlalu tinggi karena ada pabrik kecil terigu lainnya seperti di Surabaya, Semarang, Cilacap dan Makassar yang punya pangsa pasar sendiri dan dari impor sebesar 10 persen," katanya. (umi/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads