Kemudian, data barang-barang konsumer di AS menunjukkan kenaikan yang tinggi di April, akibat naiknya harga bensin dan sewa rumah. Inflasi yang mulai naik ini memberikan amunisi untuk menaikkan suku bunga acuan.
Saat ini, sebanyak 58% pelaku pasar di AS memprediksi kenaikan suku bunga acuan oleh Federal Reserve (The Fed) baru terjadi di November.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks Dow Jones turun 180,73 poin (1,02%) ke 17.519,98. Indeks S&P 500 turun 19,45 poin atau 0,94% ke 2.047,21. Indeks Nasdaq Composite turun 59,73 poin (1,25%) ke 4.715,73.
Ada sekitar 7,5 miliar lembar saham yang ditransaksikan. Di atas rata-rata transaksi harian, sebanyak 7,2 miliar lembar saham. (wdl/wdl)











































