Pelindo I Terbitkan Obligasi Rp 1 T, Kupon Dipatok 8,25-10,25%

Pelindo I Terbitkan Obligasi Rp 1 T, Kupon Dipatok 8,25-10,25%

Dana Aditiasari - detikFinance
Rabu, 18 Mei 2016 13:29 WIB
Pelindo I Terbitkan Obligasi Rp 1 T, Kupon Dipatok 8,25-10,25%
Foto: Dana Aditiasari
Jakarta - PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) menerbitkan obligasi dengan nilai pokok obligasi mencapai Rp 1 triliun. Obligasi yang diterbitkan akan ditawarkan dalam 4 seri dengan jangka waktu jatuh tempo berbeda.

Seri A ditawarkan dengan jangka waktu jatuh tempo 3 tahun, Seri B ditawarkan dengan jangka waktu jatuh tempo 5 tahun, Seri C ditawarkan dengan jangka waktu jatuh tempo 7 tahun, Seri D ditawarkan dengan jangka waktu jatuh tempo 10 tahun.

"Obligasi ini targetnya Rp 1 trilun, dengan tenor 3, 5, 7 dan 10 tahun. Kami tidak mengalokasikan khusus besaran masing-masing segmen, tapi kami sangat berharap sebagian besar laku dengan tenor 7 dan 10 tahun. Karena kami bergerak di sektor infrastruktur. Dan setiap proyek membutuhkan pembiayaan jangka panjang," ujar Direktur Utama Pelindo I Bambang Eka Cahyana usai penawaran umum obligasi di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (18/5/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun masing-masing seri akan ditawarkan dengan kupon atau bunga berbeda. Kupon untuk yang tenor 3 tahun adalah sebesar 8,25-9%, kemudian yang tenor 5 tahun sebesar 9-9,5%, tenor 7 tahun sebesar 9,25-10% dan tenor 10 tahun sebesar 9,5-10,25%.

"Bunga obligasi dibayarkan setiap 3 bulan sekali sesuai dengan tanggal pembayaran bunga obligasi yang bersangkutan. Pembayaran obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 21 September 2016," sambung dia.

Sebagian besar dana hasil penerbitan obligasi dengan rating AA idari Fitch Rating Indonesia dan Pefindo ini akan dipergunakan untuk membiaya kegiatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kapasitas pelabuhan yang dikelola perusahaan.

"Pelindo I memiliki wilayah kerja di utara Sumatera. Menjadi gerbang utama pelayaran internasional di sisi barat dan utara Indonesia. Sehingga, ke depan butuh banyak pengembangan yang kita lakukan," pungkas dia.

Perseroan merencanakan masa penawaran awal alias book building sehubungan dengan obligasi pada tanggal 18 Mei-1 Juni 2016. Masa penawaran umum tangal 14-16 Juni 2016, sedangkan pencatatan di Bursa Efek Indonesia direncanakan pada tanggal 22 Juni 2016. Bertindak selaku penjamin emisi adalah PT Mandiri Sekuritas.

Penggunaan Dana Obligasi

Sebagian besar dana hasil penerbitan obligasi akan dipergunakan untuk membiaya proyek pengembangan pelabuhan yang dikelola perusahaan.

"Sekitar 54% (Rp 540 miliar) akan dipergunakan untuk membangun infrastruktur fasilitas pelabuhan di beberapa cabang Perseroan," kata Bambang.

Sejumlah pekerjaan yang dilakukan di antaranya pembangunan dermaga. Lalu ada pembangunan terminal mobil di Pelambuhan Belawan.

"Ada juga perpanjangan demaga di Gunung Sitori, Nias. Kawasan ini sebenarnya cukup bagus untuk industri agro dan perikanan. Tapi fasilitas pelabuhannya kurang mendukung. Makanya mau kita perpanjang 70 meter," sambung dia.

Tak lupa, perseroan juga akan melakukan penambahan dermaga di Pelabuhan Tanjung Pinang serta perluasan lapangan penumpukan di Perawang dan Dumai.

Berikutnya, sekitar 42% atau Rp 420 miliar, akan digunakan perusahaan untuk membiayai pengadaan peralatan di sejumlah pelabuhan yang dikelola perusahaan.

"Kita mau tambah peralatan untuk dukung fasilitas peti kemas. Sekarang ini terminal full peti kemas yang kami kelola baru di Belawan. Nah kita rintis pelabuhan peti kemas yang sama seperti di Sibolga, Perawang dan Tanjung Pinang," papar dia.

Perseroan juga berencana membeli kapal tunda untuk mendukung aktifitas bongkar muat di pelabuhan.

"Kita punya segmen marine yaitu dengan penyediaan kapal tunda. Seperti di Tanjung Balai Karimun, Kuala Tanjung dan Batam," ujarnya.

Sisanya, kata dia, sebesar 0,3% akan digunakan untuk bina usaha perseroan di Rumah Sakit Pelabuhan berupa pengadaan klinik dan penataan rumah sakit.

"Sementara sekitar 3,7% akan digunakan untuk membangun infrastruktur teknologi informasi Perseroan di Kantor Pusat," pungkas dia. (dna/drk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads