Gubernur BI, Agus Martowardojo, menjelaskan penyebab utama penguatan dolar adalah keyakinan para petinggi bank sentral AS, yaitu Federal Reserve (The Fed), adanya kesempatan menaikkan suku bunga acuan pada Juni 2016
Tahun ini, diperkirakan kenaikan suku bunga acuan The Fed terjadi dua kali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan harga minyak, dan stok bahan bakar di Amerika Serikat (AS) juga turut menjadi pemicu pergerakan dolar. "Ini menyebabkan suatu volatilitas dan kita menjaga nilai tukar berada di fundamental ekonomi," ujar Agus.
Agus mengatakan, penguatan dolar tidak hanya terjadi pada rupiah, namun juga kepada mata uang sejumlah negara secara umum. Pada sore ini, pergerakan dolar AS tertinggi berada di Rp 13.592. (wdl/wdl)











































