Menurutu Presiden Direktur NNT, Rachmat Makkasau, para pemegang saham masih berunding dengan Arifin sampai sekarang, belum sampai tahap finalisasi.
"Pemegang saham sampai dengan sekarang mereka masih ada komunikasi terus dengan pihak-pihak yang tertarik, sampai saat ini belum ada keputusan final," ujar Rachmat saat ditemui di Ditjen Minerba Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (24/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Buat kami sebagai manajemen, fokus kami hanya memastikan operasi berjalan lancar sesuai dengan rencana yang sudah kita buat tahun ini," ucapnya.
Pada bulan April tahun ini, Arifin angkat bicara soal rencana akuisisi ini. Menurut Arifin, proses akuisisi tambang di Nusa Tenggara Barat (NTB) itu sebentar lagi rampung. Arifin akan memberi penjelasan lebih lanjut setelah semua proses selesai.
"Tenang saja nggak lama lagi. Kita umumkan, press release-nya lagi disiapkan. Saya kira minggu ini," kata Arifin, 5 April 2016 lalu
Menurut Arifin, ia bersama konsorsium akan mengambil seluruh kepemilikan saham NNT. Artinya, seluruh pemegang saham NNT akan melepas sahamnya kepada konsorsium.
Berdasarkan situs resmi NNT, para pemilik saham Newmont saat ini adalah empat grup besar yaitu, Nusa Tenggara Partnership B.V (NTP), dari perusahaan nasional ada PT Multi Daerah Bersaing (MDB), PT Pukuafu Indah, dan PT Indonesia Masbaga Investama.
MDB adalah perusahaan patungan Pemprov NTB dengan Grup Bakrie melalui PT Daerah Maju Bersaing (DMB) dan PT Bumi Resources Minerals (BRMS).
Berikut persentase kepemilikan sahamnya:
- Nusa Tenggara Partnership B.V (NTP) pegang 56%
- PT Multi Daerah Bersaing (MDB), pegang 24%
- PT Pukuafu Indah pegang 17,8%
- PT Indonesia Masbaga Investama pegang 2,2%










































