Dengan adanya pelonggaran LTV, tentunya akan memberikan multiplier effect ke berbagai sektor ekonomi.
Dari sisi perbankan akan meningkatkan permintaan akan kredit untuk pembiayaan rumah (kepada pengembang) dan KPR kepada masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adakah kaitannya dengan rencana BI tersebut?
"Kalau lihat dari kebijakan belum ada pengaruh dan itu kan baru wacana," katanya kepada detikFinance, Rabu (25/5/2016).
Menurut Reza, naiknya saham-saham perbankan lebih disebabkan pola investasi para investor. Kemarin, saham-saham sektor perbankan mayoritas bergerak di zona merah. Oleh sebab itu, hari ini para investor mulai berburu saham-saham perbankan.
"Kemarin saham-saham sektor perbankan turun, hari ini naik, jadi market melihatnya seolah-olah merespons kebijakan BI," kata Reza.
Hingga pukul 11.18 waktu JATS, dana asing masuk atau Net Foreign Buy tercatat sebesar Rp 444,7 miliar. Tertinggi dibandingkan dana asing masuk di sektor lainnya. Terbesar kedua adalah sektor perdagangan yang mencatat aliran dana asing masuk sebesar Rp 404 miliar. Setelah itu, sektor infrastruktur sebesar Rp 395,9 miliar dan sektor sektor konstruksi sebesar Rp 320,3 miliar.
Saham-saham perbankan yang terpantau naik siang ini:
- BTPN (Bank Tabungan Pensiun Negara) naik 6,45% ke Rp 2.640
- BMRI (Bank Mandiri) naik 1,41% ke Rp 8.975
- SDRA (Bank Woori Saudara) naik 11,36% ke Rp 980
- BBRI (Bank Rakyat Indonesia) naik 1,02% ke Rp 9.925
- BBNI (Bank Negara Indonesia) naik 0,90% ke Rp 4.480
- BBTN (Bank Tabungan Negara) naik 1,81% ke Rp 1.690
- BDMN (Bank Danamon) naik 0,71% ke Rp 2.840











































