Direktur Utama BUKAKA, Irsal Kamarudin menyatakan, perseroan berhasil menandatangani sejumlah kontrak kerja dengan nilai yang signifikan, di antaranya kontrak pembangunan fasilitas manufaktur komponen pesawat terbang senilai Rp 320 miliar dengan Jabil Circuit Indonesia dan kontrak senilai US$ 76 juta dengan Chevron Pacific Indonesia untuk pengerjaan proyek Procurement Installation and Maintenance Services of Pumping Unit.
"Pencapaian ini sangat signifikan bagi Perseroan karena di tengah pelemahan daya beli dan perlambatan kinerja industri secara umum, kami masih memperoleh kepercayaan untuk melayani berbagai kebutuhan pengembangan bisnis dari sejumlah pelanggan korporasi. Hal ini sekaligus membuktikan prospek bisnis yang digeluti oleh Perseroan masih sangat cerah dan tidak terlalu dipengaruhi oleh gejolak makroekonomi global maupun domestik," papar dia dalam keterangan resminya, Kamis (26/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perseroan membukukan kinerja positif di triwulan I-2016 (1Q16) dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 21,52 miliar atau 30,84% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2015 (1Q15).
Pada 1Q16, BUKAKA mencatat Pendapatan Usaha sebesar Rp 267 miliar, tumbuh 7,60% dibandingkan 1Q15. Di triwulan I-2016 perseroan membukukan laba kotor sebesar Rp 57,78 miliar atau naik 3,78% terhadap periode yang sama tahun lalu.
Dengan pertumbuhan pendapatan usaha dan ditopang kemampuan untuk menekan biaya operasional sebesar 8,12%, menghasilkan laba bersih sebesar Rp 21,52 miliar. Demikian juga halnya dengan rasio marjin kotor dan rasio marjin bersih yang cukup baik masing-masing sebesar 21,64% dan 8,06%.
BUKAKA telah menyusun strategi yang fokus dan terarah pada bidang ketenagalistrikan dan sektor-sektor terkait lainnya dalam rangka memfasilitasi ekspansi bisnis pada bidang usaha Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
"Perseroan telah menetapkan agenda untuk fokus pada penguatan sejumlah bidang usaha, yaitu tower, jembatan, garbarata serta berkomitmen mempertahankan kinerja bisnis oil and gas services tetap positif di tahun mendatang," pungkasnya. (drk/feb)











































