Jika dibandingkan dengan biaya penerbitan DIRE di Indonesia yang terdiri dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) 5% dan Pajak Penghasilan (Pph) 1% membuat para pemilik properti enggan menjual aset real estate-nya kepada investor melalui DIRE di Indonesia.
"Sudah banyak properti di Indonesia yang sudah diterbitkan DIRE-nya di Singapura. Ini ironis di tengah upaya kita mengembangkan keuangan dan pasar modal, tapi produk properti kita diterbitkan di negara lain," kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian, Bobby Hamzar Rafinus saat Lokakarya DIRE di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (30/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut ini adalah daftar properti Indonesia yang sudah diterbitkan DIRE-nya di Singapura:
First REIT's (Nilai Aset Rp 10,4 triliun)
- Siloam Sriwijaya
- Siloam Hospital Purwakarta
- Siloam Hospital Bali
- Siloam Hospital Tb. Simatupang
- Siloam Hospital Manado dan Hotel Arya Duta Manado
- Siloam Hospital Makassar
- Mochtar Riadi Comprehensive Cancer Centre
- Siloam Hospital Lippo Cikarang
- Siloam Hospital Lippo Village
- Siloam Hospital
- Sun Plaza
- Bandung Indah Plaza
- Cibubur Junction
- Ekalokasari Plaza
- Gadjah Mada Plaza
- Mall Lippo Cikarang
- Plaza Semanggi
- Plaza Medan Fair
- Pluit Village
- Taman Mini Square
- Kramat Jati Indah Plaza
- Palembang Square
- Palembang Square Extention
- Pejaten Village
- Binjai Supermall
- Lippo Mall Kemang
- Palembang Icon
- Lippo Plaza Batu
- Mal WTC Matahari
- Metropolis Town Square
- Depok Town Square
- Java Supermall
- Malang Town Square
- Plaza Madiun
- Grand Paladium
- Palembang Square
"Lippo sudah men-DIRE-kan banyak propertinya di Singapura. Kita harapkan dengan kebijakan ini mereka akan menerbitkan di Indonesia," tutup Bobby. (drk/drk)











































