Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menilai pelemahan tersebut merupakan gejolak global yang bersumber dari Amerika Serikat (AS). Saat Gubernur Bank Sentral AS Janet Yellen mengisyaratkan kenaikan suku bunga acuan dalam waktu dekat.
"Iya inikan gejolak global," ungkap Bambang saat memasuki Istana Negara, Jakarta, Senin (30/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya itukan relatif masing-masing, tetapi utamanya sama penyebabnya," jelasnya.
Pagi tadi, mata uang Paman Sam kembali bergerak di kisaran Rp 13.600 setelah akhir pekan kemarin bergerak di kisaran Rp 13.500.
Berdasarkan data perdagangan Reuters, dolar AS pagi tadi dibuka naik ke Rp 13.576 dibandingkan posisi akhir pekan lalu di Rp 13.549.
(mkl/ang)











































