Gubernur BI Agus Martowardojo menjelaskan proyeksi tersebut sudah memperhitungkan kondisi global. Salah satunya rencana kenaikan suku bunga acuan AS oleh Bank Sentral.
"Kita melihat sekarang ini sampai akhir tahun 2016 itu akan ada kenaikan dua kali Fed Fund Rate dan itu sudah kita perhitungan dalam apa yang kita paparkan dalam pembahasan ini," ujar Agus di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (2/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tahu bahwa kuartal II biasanya tekanannya lebih tinggi karena kita ada periode di mana kita musti melakukan pembayaran dividen ke luar negeri dan juga ada jatuh waktu dari pada kewajiban dan ada banyak korporasi yang membutuhkan dolar," paparnya.
Dari dalam negeri, persoalan Indonesia masih pada defisit transaksi berjalan. Perekonomian Indonesia, kata Agus masih membutuhkan dukungan asing untuk pembiayaan, baik dalam Surat Berharga Negara (SBN), maupun investasi langsung.
"Jadi bisa katakan ada faktor fundamental dan sentimen," tukasnya. (mkl/ang)











































