Putera Sampoerna: Perkembangan Industri Rokok Makin Sulit
Senin, 21 Mar 2005 15:37 WIB
Jakarta - Teka-teki alasan Keluarga Sampoerna meninggalkan perusahaan yang telah dirintisnya lebih dari 90 tahun yakni PT HM Sampoerna tbk kini mulai terkuak. Keluarga Sampoerna mengakui, meski selama 10 tahun selalu mencatat untung, namun untuk ke depan industri rokok semakin sulit. Pernyataan ini disampaikan Putera Sampoerna dalam jawabannya sehubungan penjualan 40 persen saham HM Sampoerna kepada Philip Morris International (PMI) yang diterima detikcom, Senin (21/3/2005).Putera Sampoerna mengakui dengan perkembangan industri rokok yang samakin sulit itulah, maka untuk mempertahankan pertumbuhannya, HM Sampoerna harus memperluas pasar di luar negeri. Dan melalui pembelian saham oleh Philip Morris itu, lanjut Putera, diharapkan perluasan pasar di luar negeri itu akan mampu diwujudkan. Putera menyampaikan, PMI telah memposisikan dirinya sebagai perusahaan yang akan memelihara pertumbuhan Perusahaan, terutama dalam penjualan rokok kretek. "Ini adalah hal yang tepat untuk dilakukan," katanya. Putera Sampoerna juga mengakui bahwa transaksi pembelian saham yang mencapai US$ 2 miliar itu sangat jarang terjadi di Asia, di mana sebuah keluarga rela menjual mayoritas saham perusahannya, padahal perusahaan itu sedang berkembang dan pemiliknya tidak sedang mengalami kesulitan keuangan. Namun, Putera Sampoerna menegaskan bahwa anggota keluarga Sampoerna lainnya dapat menerima alasan yang dikemukakan. "Kami memang akan melakukan diversifikasi usaha, bahkan sebelum Philip Morris melakukan pendekatan tahun lalu," ungkapnya.Ia menekankan, meski tak lagi menguasai HM Sampoerna, keluarganya tetap akan menanamkan investasinya di Indonesia. "Sampoerna adalah keluarga Indonesia, dan akan selalu hadir di Indonesia," katanya.Sementara mengenai dana milik Keluarga Sampoerna dari hasil penjualan sahamnya itu, Putera menjelaskan, saat ini pihaknya tengah menjajaki berbagai kemungkinan investasi. Beberapa sektor yang tengah dipertimbangkan diantaranya adalah pertanian, dan infrastruktur, yang diyakininya merupakan sektor-sektor yang dibutuhkan oleh Indonesia saat ini. "Indonesia sudah bergerak ke arah yang tepat, dan sekarang saat yang tepat untuk berinvestasi kembali," tukasnyaPutera Sampoerna juga berjanji, dirinya tidak akan melepas begitu saja perusahaan yang dirintis oleh keluarganya itu. Putera telah menegaskan kesediaannya untuk duduk sebagai penasehat senior di dalam dewan direksi, selama dibutuhkan. "Perusahaan ini membawa nama keluarga kami, saya tidak mungkin meninggalkannya begitu saja," demikian Putera Sampoerna.
(qom/)











































