Mengantisipasi peningkatan permintaan tersebut, Indofood telah memproduksi beberapa produk strategis seperti minyak goreng dan mi instan sejak bulan lalu. Kedua produk ini dinilai paling laris jelang puasa setiap tahunnya.
"Peningkatan 5% sampai 15%. Tahun ini sama tahun lalu sama, mi instan dan minyak goreng mempersiapkan satu bulan sebelumnya sudah mulai produksi," jelas Direktur Indofood Grup Taufik Wiraatmadja usai RUPST di Indofood Tower, Jakarta Pusat, Jumat (3/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Spending dalam populasi pasti kita siap-siap untuk memprediksi kebutuhan akan datang. Bahan baku untuk materi di Indonesia ditambah. Market GDP prediksi naik dua kali lipat dalam 15 tahun," imbuh Taufik.
Seiring dengan bertumbuhnya populasi di dunia khususnya Indonesia yang diiringi dengan meningkatnya permintaan setiap tahunnya, Indofood berencana membuat 4 pabrik baru dalam 3 tahun ke depan.
Menurut Direktur Utama dan CEO Indofood Anthoni Salim, 4 pabrik yang akan dibangun Indofood akan memproduksi mi instan, susu, hingga makanan bayi. Pihaknya pun belum berani merinci di mana keempat pabrik tersebut akan dibangun.
"Kalau menngenai 4 pabrik itu mix. Mi instan, susu, dan dari snack kita harapkan baby food akan kita tambah semua," ujar Anthoni. (drk/drk)











































