Jelang Puasa, Permintaan Mi Instan dan Minyak Goreng Naik 15%

Jelang Puasa, Permintaan Mi Instan dan Minyak Goreng Naik 15%

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Jumat, 03 Jun 2016 19:35 WIB
Jelang Puasa, Permintaan Mi Instan dan Minyak Goreng Naik 15%
Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - Jelang puasa, permintaan produk-produk perusahaan milik keluarga Salim Indofood Grup mengalami peningkatan hingga 15% sampai awal bulan Juni ini.

Mengantisipasi peningkatan permintaan tersebut, Indofood telah memproduksi beberapa produk strategis seperti minyak goreng dan mi instan sejak bulan lalu. Kedua produk ini dinilai paling laris jelang puasa setiap tahunnya.

"Peningkatan 5% sampai 15%. Tahun ini sama tahun lalu sama, mi instan dan minyak goreng mempersiapkan satu bulan sebelumnya sudah mulai produksi," jelas Direktur Indofood Grup Taufik Wiraatmadja usai RUPST di Indofood Tower, Jakarta Pusat, Jumat (3/6/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indofood juga telah memprediksi adanya peningkatan permintaan untuk beberapa tahun ke depan. Sehingga perseroan juga berencana menambah bahan baku produk. Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia juga diperkirakan akan naik dua kali lipat dalam 15 tahun ke depan.

"Spending dalam populasi pasti kita siap-siap untuk memprediksi kebutuhan akan datang. Bahan baku untuk materi di Indonesia ditambah. Market GDP prediksi naik dua kali lipat dalam 15 tahun," imbuh Taufik.

Seiring dengan bertumbuhnya populasi di dunia khususnya Indonesia yang diiringi dengan meningkatnya permintaan setiap tahunnya, Indofood berencana membuat 4 pabrik baru dalam 3 tahun ke depan.

Menurut Direktur Utama dan CEO Indofood Anthoni Salim, 4 pabrik yang akan dibangun Indofood akan memproduksi mi instan, susu, hingga makanan bayi. Pihaknya pun belum berani merinci di mana keempat pabrik tersebut akan dibangun.

"Kalau menngenai 4 pabrik itu mix. Mi instan, susu, dan dari snack kita harapkan baby food akan kita tambah semua," ujar Anthoni. (drk/drk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads