Realisasi tersebut meliputi 61,2% dari target penerbitan SBN yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016, yaitu Rp 555,7 triliun.
"Realisasi penerbitan SBN sudah mencapai 61,2%," ungkap Kepala Pusat Harmonisasi dan Analisis Kebijakan Kementerian Keuangan, Luky Alfirman, dalam jumpa pers di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat (10/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sesuai dengan strategi front loading untuk memanfaatkan tingginya likuiditas dan membiayai realisasi defisit APBN yang cukup besar sejak awal tahun jelasnya," papar Luky.
Defisit anggaran pada periode tersebut adalah Rp 189,1 triliun atau 1,49% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Pemerintah berencana menaikkan batas defisit pada posisi 2,48% terhadap PDB yang artinya ada tambahan penerbitan SBN ke depannya. (mkl/wdl)











































