Penyebabnya ialah anjloknya harga komoditas pertambangan. Rendahnya harga batu bara membuat bisnis pertambangan lesu, sehingga permintaan traktor pun menurun.
Dari total penjualan traktor sebanyak 2.000 unit per tahun, kontribusi dari sektor pertambangan tahun ini kira-kira hanya 20-25% saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihaknya berharap penurunan permintaan traktor dari sektor pertambangan ini bisa tertutup oleh permintaan di sektor infrastruktur. Banyaknya proyek infrastruktur yang dibuat pemerintah saat ini diharapkan bisa mendorong penjualan.
"Kita harapkan permintaan dari konstruksi, proyek-proyek yang terkait dengan infrastruktur. Kalau tadinya kita jual truk yang off road, sekarang truk yang on road untuk transportasi, konstruksi, logistik," ujarnya.
Target penjualan sebanyak 1.000 unit traktor pada Semester I 2016 diharapkan bisa tercapai dengan bergeliatnya proyek-proyek infrastruktur di dalam negeri.
"Mudah-mudahan penjualan 1.000 unit tercapai di Semester I," tutupnya.
(ang/ang)











































