Tercatat dengan kode emiten POWR, perusahaan menobatkan diri sebagai emiten kelima yang melantai di bursa di tahun 2016.
Perseroan melepas saham ke publik melalui skema Initial Public Offering (IPO) sebanyak 1.608.716.000 saham atas nama atau 10% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harga saham perdana yang ditawarkan dengan harga Rp 1.500 per lembar saham diharapkan akan mendapatkan respons positif dari investor di hari pertama perdagangan," ujar Presiden Direktur Perseroan, Andrew K.Labbaika, di Main Hall BEI, Selasa (14/6/2016).
Sekitar 70% dana yang diperoleh dari IPO ini direncanakan akan digunakan oleh perseroan untuk penambahan kapasitas pembangkit listrik, sementara 30% sisanya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja perseroan guna mendukung operasi perseroan.
Terpantau dari papan bursa, harga saham perseroan dibuka pada posisi Rp 1.620/lembar, naik 8% dari harga penawaran Rp 1.500/lembar saham.
Saham perusahaan sempat menyentuh angka tertinggi di harga Rp 1.645 dan harga terendah di posisi Rp 1.500. Total transaksi sebanyak 189 kali dengan volume 125 ribu lot senilai Rp 20 miliar. (drk/drk)











































