"Index target kita 5.200 di akhir tahun, mudah-mudahan arahnya ke sana tapi pasti ada volatilitas," kata Harry usai acara Bahana Economic Forum di Financial Club, Graha CIMB Niaga, Jakarta, Selasa (14/6/2016).
Menurutnya, ada beberapa hal yang dapat mendukung menguatnya IHSG ke level 5.200, yaitu Tax Amnesty, tidak terjadi Brexit (rencana Inggris untuk keluar dari Uni Eropa), kemudian suku bunga The Fed yang tidak naik tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, faktor domestik juga dinilai mempengaruhi seperti reshuffle kabinet.
"Kalau domesticly banyak sih kan kita mau ada kabinet reshuffle jadi mudah-mudahab kabinet reshuffle-nya bagus nggak terlalu banyak figur politiknya, lebih banyak profesional tentunya, itu akan memperkuat fundamental Indonesia juga," tutur Harry. (drk/drk)











































