Hero Targetkan Penjualan 2005 Naik 27 Persen

Hero Targetkan Penjualan 2005 Naik 27 Persen

- detikFinance
Selasa, 22 Mar 2005 12:04 WIB
Jakarta - PT Hero Suparmarket tbk (HERO) menargetkan pertumbuhan penjualan tahun 2005 bisa lebih dari 27 persen dibandingkan tahun 2004 yang sebesar Rp 3,8 triliun. Kenaikan penjualan itu diharapkan juga bisa meningkatkan laba bersih perseroan. Peningkatan penjualan tahun 2005 terutama dipicu oleh ekspansi Hero dimana pada tahun 2005 ini akan membuka 4-5 hypermarket Giant, 20 Guardian dan Star Mart, serta 4-6 Hero Supermarket. Untuk Guardian, pembangunannya memerlukan Rp 250-300 juta per unit, untuk Hero Supermarket pembangunannya memerlukan Rp 3-4 miliar per unit. Total Capex yang untuk pembangunan selama 2005 mencapai Rp 150 miliar yang berasal dari kas internal dan pinjaman bank. Demikian disampaikan corporate secretary Hero Vivien Goh dalam jumpa pers di kantor pusat Hero, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (22/3/2005).Pada tahun 2004, Hero mencatat laba bersih Rp 34,3 miliar, naik significan dibandingkan tahun 2003 yang mengalami rugi Rp 22,2 miliar. Demikian pula dengan laba usaha meningkat menjadi Rp 47,3 miliar dibanding tahun 2003 Rp 8,5 miliar. Peningkatan laba usaha ini karena turunnya biaya operasi atas penjualan dan juga terhadi efisiensi dengan adanya penutupan sejumlah gerai yang tidak menguntungkan.Selama tahun 2004, Hero telah membuka 9 gerai Apotik Guardian, 4 star Mart dan 4 Giant. Menurut Vivien, untuk supermarket Hero, manajemen akan melakukan perombakan dan pembaruan untuk meningkatkan jumlah pelanggan. Total pengeluaran modal diperkirakan lebih dari Rp 100 miliar karena untuk membangun 1 Giant diperlukan dana sebesar Rp 20-30 miliar. Gugat Balik HEROLebih lanjut Vivien juga menyampaikan rencana manajeman Hero untuk menggugat balik PT Matahari Putera Prima tbk yang saat ini telah mengajukan gugatan di PN Jaksel. Menurut Vivie, gugatan yang menyatakan Hero dan manajemennya telah mengabaikan tugas fiducianya dengan mengorbankan kepentingan pemegang saham tertentu selama penawaran tender yang dilakukkan Nalacca BV tidak memiliki dasar hukum yang kuat dan tidak sesuai fakta. Sedangkan pengacara Hero Edward Lontoh, dari kantor Lontoh dan Kailimang mengatakan, Hero akan membuat jawaban dalam persidangan pada 31 Maret 2005. Pada intinya, kasus yang diajukan Matahari tidak berdasar sama sekali karena Hero sudah mematuhi hukum yang berlaku termasuk peraturan Bapepam mengenai penawaran tender. "Makanya kita berencana mengajukan gugatan balik. Saat ini kita masih melakukan beberapa kajian," kata Edward.Pasca penawaran tender, komposisi pemegang saham Hero ada Hero Pusaka Sejati (50,10 persen), Nalacca BV (20,42 persen), Mulgrave (12,23 persen), Matahari Putera (7,78 persen) adn publik (9 persen).Vivien menjelaskan, hingga saat ini Nalacca BV yang memiliki opsi exchangeable bond belum berencana menukarkan jumlah obligasi koversi tersebut yang jika ditukarkan setara dengan 24,55 persen. "Pihak Dairy farm berkomitmen belum akan menukar obligasi tersebut karena itu keluarga Kurnia tetap menjadi pemegang saham pengendali di Hero," demikian Vivien Goh. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads