Meski bukan penyebab tunggal, pemberlakuan aturan tersebut telah menyebabkan 100 gerai milik perusahaan reatil gaya hidup PT Mitra Adiperkasa Tbk atau MAPI akan ditutup.
"Salah satu strategi kami di tahun 2016 ini adalah menutup beberapa gerai yang terbilang tidak menguntungkan. Jika misalkan tidak profit maka akan kami tutup. Rencananya kami mau tutup hampir 100 gerai tahun ini."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faktor lain yang kian mengukuhkan rencan penutupan 100 gerai tersebut adalah depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang sepanjang tahun 2015 tercatat sebesar 10,59%.
Dari laporan keuangan perusahaan yang berakhir 31 Desember 2015, beban pokok penjualan dan beban langsung perusahaan melojak 18,8% menjadi Rp 7,55 triliun dari sebelumnya di tahun 2014 yang hanya Rp 6,35 triliun.
Adapun gerai-gerai yang akan ditutup menurut Sharma kebanyakan bergerak di bisnis produk retail dan departemen store.
Selain meningkatnya beban usaha tadi, penutupan toko juga dipicu oleh ketidak cocokan lokasi sehingga perusahaan memilih tidak melanjutkan kontrak sewa kios di lokasi tersebut.
"Dan kadang ada beberapa kasus kami menutup gerai akibat mall-nya kurang baik dan kurang ramai. Kami contohkan seperti Kuningan City yang memang malnya kurang ramai, mungkin kami akan kurangi toko di pusat perbelanjaan tersebut," jelasnya.
Catatan saja, hingga Mei 2015, MAPI mencatatkan total jumlah gerai mencapai 2.062 gerai atau bertambah 3 gerai sejak akhir tahun 2015 yang tercatat hanya sebanyak 2.059 gerai.
(dna/ang)











































