Direktur Keuangan PTPP, Agus Purbianto mengatakan, optimisme tersebut juga didorong semakin giatnya pembangunan infrastruktur yang dilakukan Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah memasuki tahun kedua ini.
"Saat ini momentum yang cantik bagi sektor konstruksi dan infrastruktur dalam negeri. Makanya, kami optimis raihan kontrak semester pertama tahun ini bisa Rp 12 triliun, dan bahkan lebih," kata Agus Purbianto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, untuk pemesan pekerjaan, komposisi hingga akhir tahun tetap didominasi oleh pemerintah dan BUMN sebesar 78% dan sisanya oleh sektor swasta.
"Karena mayoritas proyek dari pemerintah dan BUMN, jadi sangat kondusif bagi arus kas kami," tuturnya.
Agus juga menjelaskan, bila dirinci, pencapaian kontrak baru hingga minggu kedua Juni ini terdiri dari kontrak induk perseroan sebesar Rp 8,88 triliun dan anak usaha sebesar Rp 1,94 triliun.
Selain itu, empat proyek yang diperoleh PTPP hingga minggu kedua Juni 2016 yaitu Jalan Tol Pandaan-Malang senilai Rp 3 triliun, Mobile Power Plant 500 MW senilai Rp 292 miliar (pekerjaan tambah), ASDP Bakauheni Rp 201 miliar, serta LNG Regas Gorontalo Rp 160 miliar (pekerjaan tambah).
Sebelumnya, sudah diraih sejumlah proyek antara lain Gedung BNI Tower Rp 719 miliar, Apartemen Pertamina RU di Balikpapan Rp 497 miliar, Mobile Power Plant Rp 447 miliar, Hotel Avani di Bali Rp 335 miliar, dan Bank Indonesia di Jayapura Rp 188 miliar.
Dengan demikian, Agus melanjutkan, total Order Book hingga minggu kedua Juni 2016 mencapai Rp 49,8 triliun, termasuk proyek tahun sebelumnya (Carry Over 2015) yang sebesar Rp 39 triliun.
"Target raihan kontrak baru hingga akhir tahun ini sebesar Rp 31 triliun. Sedangkan, hingga minggu kedua bulan Juni ini pencapaiannya sudah 35% dari total target," ungkap Agus. (dna/feb)











































