Berdasarkan laporan keuangan, pendapatan BEI di tahun 2015 tercatat sebesar Rp 1,05 triliun. Angka tersebut turun 11,67% dari pendapatan tahun sebelumnya sebesar Rp 1,19 triliun.
Hal tersebut dikarenakan tren pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga 12% selama 2015. Hal tersebut cukup mempengaruhi turunnya pendapatan investasi BEI sebesar 82,59%, dari Rp 241,56 miliar menjadi Rp 42,04 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beberapa langkah kebijakan dilakukan seperti efisiensi dan efektivitas anggaran," kata Tito di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (28/6/2016).
Laba bersih BEI juga mengalami penurunan sebesar 69,69% dari Rp 395,66 miliar menjadi Rp 118,78 miliar.
Anjloknya laba bersih tersebut akibat tingginya beban usaha di 2015, yang mengalami kenaikan 14,63% dari Rp 811,77 miliar menjadi Rp 930,54 miliar. Kontribusi terbesar dari beban usaha berasal dari pos beban gaji dan tunjangan yang meningkat 19,07% dari Rp 308,361 miliar menjadi Rp 367,15 miliar. (drk/drk)











































