Ini merupakan kenaikan besar dalam 2 hari berturut-turut, setelah sebelumnya jatuh akibat efek keluarnya Inggris dari Uni Eropa, atau Brexit. Saham sektor energi mengalami kenaikan hingga 2% akibat tingginya harga minyak.
"Ini (Brexit) bukanlah sebuah akhir dari dunia," kata Analis, Jeff Weniger, dilansir dari Reuters, Kamis (30/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenaikan Wall Street ini mengikuti naiknya harga minyak dunia, yang terjadi akibat turunnya stok minyak mentah di AS.
"Orang masih menggunakan minyak untuk membaca kondisi ekonomi dunia," jelas Analis, Chuck Carlson.
Ada sekitar 8 miliar lembar saham yang ditransaksikan, di atas rata-rata transaksi harian, yaitu 7,5 miliar lembar saham dalam 20 hari terakhir. (wdl/wdl)











































