Bagaimana dengan nilai tukar rupiah? Akankah menguat tajam seperti halnya IHSG?
Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), David Sumual, mencoba memberi pandangan. Menurutnya, guyuran dana Tax Amnesty akan membuat rupiah menguat atau dolar Amerika Serikat (AS) melemah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan, penguatan rupiah diperkirakan bisa mencapai level tertingginya di Rp 12.500, atau paling tidak di bawah Rp 13.000.
"Penguatan sampai berapa tergantung ya, karena kan melihat juga berapa dana yang masuk. Itu bisa terus bergerak. Kita lihatnya sih paling kuatnya rupiah itu di Rp 12.500. Kisarannya di Rp 12.500-Rp 13.000," sebut dia.
Meski demikian, David menyebutkan, rupiah tidak akan mungkin dibiarkan menguat terlalu tajam. Bank Indonesia (BI) selaku otoritas moneter akan menjaga kestabilan nilai tukar rupiah.
"Pasti BI akan jaga stabilitas, di bawah Rp 13.000 bisa, tapi kalau Rp 12.000 terlalu kuat, jadi pasti BI tidak akan biarkan," kata David.
Berdasarkan data perdagangan Reuters, dolar AS sore ini bergerak di Rp 13.170, menguat dibandingkan posisi pembukaan pagi tadi di Rp 13.145. (drk/ang)











































