Arifin Panigoro Caplok Newmont, ESDM: Investasi Minerba Masih Menjanjikan

Arifin Panigoro Caplok Newmont, ESDM: Investasi Minerba Masih Menjanjikan

Michael Agustinus - detikFinance
Jumat, 01 Jul 2016 10:52 WIB
Arifin Panigoro Caplok Newmont, ESDM: Investasi Minerba Masih Menjanjikan
Foto: Ari Saputra
Jakarta - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) baru saja mengakuisisi saham PT Amman Mineral Internasional (AMI) yang mengendalikan 82,2% saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Nilai akuisisinya US$ 2,6 miliar (Rp 33,8 triliun).

AMI sebelumnya membeli saham NNT dari Newmont Mining Corporation dan Sumitomo Corporation. Terkait dengan dikuasainya 82,2% saham NNT oleh perusahaan milik Arifin Panigoro Cs tersebut, Kementerian ESDM menyatakan dukungannya.

Yang terpenting bagi ESDM adalah Medco dapat terus melanjutkan kegiatan usaha pertambangan yang dijalankan NNT.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang terpenting adalah pemegang saham yang baru bisa melanjutkan keberlanjutan usaha," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian ESDM, Sujatmiko, saat ditemui detikFinance di Jakarta, Jumat (1/7/2016).

Sujatmiko menambahkan, akuisisi NNT oleh Medco ini merupakan indikator bahwa bisnis pertambangan di Indonesia masih menarik.

"Ini menunjukkan investasi di sektor minerba masih menjanjikan bagi para investor," ucapnya.

Dia juga berpesan agar aksi korporasi yang dilakukan Medco mengikuti semua aturan yang berlaku, meminta persetujuan dari pemerintah.

"Bagi kami, kalau proses akusisi ini memenuhi ketentuan yang berlaku, mendapat izin dari otoritas, tidak ada masalah," tutupnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro juga menyambut baik keputusan yang telah diambil oleh Medco. Bambang memastikan bahwa pemerintah tidak akan memburu lagi saham 7% yang sebelumnya pernah ditawarkan Newmont.

"Pemerintah sudah nggak mengejar lagi, begitu saja," ungkap Bambang.

Bagi pemerintah, Medco juga merupakan perusahaan nasional. Sehingga peluang menarik keuntungan sebesar-besarnya untuk bangsa dan negara lebih besar dari sebelumnya.

"Kalau Medco mau beli ya tidak masalah," imbuhnya. (ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads