AMI sebelumnya membeli saham NNT dari Newmont Mining Corporation dan Sumitomo Corporation. Terkait dengan dikuasainya 82,2% saham NNT oleh perusahaan milik Arifin Panigoro Cs tersebut, Kementerian ESDM menyatakan dukungannya.
Yang terpenting bagi ESDM adalah Medco dapat terus melanjutkan kegiatan usaha pertambangan yang dijalankan NNT.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sujatmiko menambahkan, akuisisi NNT oleh Medco ini merupakan indikator bahwa bisnis pertambangan di Indonesia masih menarik.
"Ini menunjukkan investasi di sektor minerba masih menjanjikan bagi para investor," ucapnya.
Dia juga berpesan agar aksi korporasi yang dilakukan Medco mengikuti semua aturan yang berlaku, meminta persetujuan dari pemerintah.
"Bagi kami, kalau proses akusisi ini memenuhi ketentuan yang berlaku, mendapat izin dari otoritas, tidak ada masalah," tutupnya.
Sementara itu, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro juga menyambut baik keputusan yang telah diambil oleh Medco. Bambang memastikan bahwa pemerintah tidak akan memburu lagi saham 7% yang sebelumnya pernah ditawarkan Newmont.
"Pemerintah sudah nggak mengejar lagi, begitu saja," ungkap Bambang.
Bagi pemerintah, Medco juga merupakan perusahaan nasional. Sehingga peluang menarik keuntungan sebesar-besarnya untuk bangsa dan negara lebih besar dari sebelumnya.
"Kalau Medco mau beli ya tidak masalah," imbuhnya. (ang/ang)











































