Ekspansi tersebut meliputi pembangunan runway ketiga bandara Soetta, pengembangan terminal kargo, dan juga pengembangan bandara-bandara yang dikelola AP II.
"Mungkin Rp 6 triliun, kan tahun depan kita lagi finalisasi syarat-syaratnya apa, kalau memungkinkan global bond kan kita pake swap dan sebagainya,' ujar Direktur Utama AP II, Budi Karya Sumadi, di kantor kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (1/7/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu bisa irit 2,5-3% jadi untuk pinjam yang besar segitu kan sangat bagus, kami diskusi dengan beberapa underwriter internasional menginformasikan bahwa minat obligasi di indonesia tinggi sekali masih hemat dibandingkan kita ambil obligasi lokal," lanjut Budi.
Menurutnya, dengan menerbitkan obligasi pertama kali pada hari ini, akan memudahkan langkah AP II untuk menerbitkan global bond di tahun mendatang.
"Kan kalau kita sudah obligasi gini gampang lah, yang pertama sudah jalan," tutur Budi. (ang/ang)











































