Aksi yang dilakukan Tito tersebut bukan tanpa alasan. Dua hari yang lalu, Tito berjanji jika Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) menembus 5.000, maka dia akan pulang dengan berjalan kaki dari BEI menuju Pondok Indah.
Hari ini, janji tersebut ditepati. Tito berjalan kaki dari gedung BEI menuju Pondok Indah ditemani Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan, Hamdi Hassyarbaini, dan sekitar 15 pegawai BEI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa komentar Tito?
"Nikmaatt," ujar Tito kepada detikFinance, Jumat (1/7/2016).
![]() |
Menurut Tito, apa yang sudah menjadi janji harus ditepati. Ini sama halnya dengan berutang yang harus dibayar.
"Kata-kata janji itu harus ditepati. Janji adalah janji. Kayak nerbitin obligasi, kalau utang harus bayar," ucap Tito.
![]() |
Sementara itu, Hamdi menambahkan, berjalan kaki menyusuri jalanan macet menjelang berbuka merupakan hal yang berkesan. Jarak BEI-PIM 2 pun tak terasa melelahkan.
"Jarakny pas, nggak terlalu capek, saya biasa lari," katanya.
Apalagi, lanjut Hamdi, banyak hal yang bisa dilakukan sepanjang perjalanan dari BEI menuju PIM 2.
"Sepanjang perjalanan menarik, sekalian olah raga, ini tantangan, jaraknya pas, saya tetap puasa, sepanjang perjalanan ngeliat macet, enak juga jalan kaki. Kita nyamperin pemulung-pemulung, kasih sekadar buah tangan, dalam bentuk makanan," terang Hamdi.
Menurut Hamdi, ada pesan di balik perjalanannya bersama Tito dan pegawai BEI kali ini. Bahwasannya, memenuhi janji adalah hal yang penting.
"Pak Tito kan sudah janji, kita ingin menunjukkan bahwa ini harus dipegang janjinya, motto kami my mouth is my bound, kayak transaksi saham saja, itu harus dipenuhi dengan baik," pungkasnya. (drk/feb)













































