Perusahaan milik Arifin Panigoro itu meminjam US$ 360 juta (Rp 4,75 triliun) dari PT Bank Mandiri Tbk dari total pembelian Newmont sebesar US$ 2,6 miliar atau setara Rp 34,32 triliun (asumsi kurs Rp 13.200 per dolar AS).
"Yang lead kita. Kita US$ 360 juta Bank Mandiri, sisanya BNI sam BRI," jelas Direktur Korporasi Bank Mandiri, Royke Tumilaar, saat menghadiri halalbihalal di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Senin (11/7/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bank Mandiri memberikan jangka waktu pinjaman selama 2 tahun ke depan dengan pertimbangan prospek produksi dan cadangan tambang emas yang cukup menjanjikan.
"Jangka waktu sindikasi 2 tahun. Kan ada 2 tambang di sana, ada emas dan tembaga. Emasnya bagus prospeknya bagus. Ini tambang dikelola dengan baik, dia tadinya dikelola Newmont terus diambil orang Indonesia bagus dong," tutur Royke.
Pinjaman Medco ke Bank Mandiri sebesar US$ 360 Juta juga terjamin karena akan adanya hedging atau lindung nilai terhadap besaran pinjaman tersebut.
Sehingga dalam proses pembayaran utang kedua belah pihak tidak akan mengalami kerugian apabila terjadi gejolak nilai tukar rupiah.
"Kita juga syaratkan ada hedging. Jadi secara cashflow aman, terjaga lah. Risiko tidak seperti tambang pada umumnya. Ini tambang dikelola dengan baik," tutup Royke. (ang/ang)











































