Kepada wartawan dalam jumpa pers yang digelar di Copthorne Tara Hotel London Kensington di London, Inggris pada Senin (11/7/2016) waktu setempat, bos baru AirAsia Indonesia, Kapten Ridzeki Tresno Wibowo, menyampaikan penjelasan terkait penundaan IPO.
"IPO tentunya masih salah satu tujuan agenda kami, cuma kan IPO ini tidak mudah ya, harus ada pembuktian selama sekian tahun harus selalu untung, banyak syaratnya, sehingga kami harus men-delay-nya," kata pilot senior yang bergabung dengan AirAsia sejak tahun 2004 itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Juga harga dolar yang naik, ekonomi kita yang turun, membuat IPO harus di-delay, tapi jika dalam 2 tahun ini misalnya kami selalu untung, itu (rencana IPO) bisa terlaksana," imbuh pria kelahiran 1964 tersebut.
Sementara itu, Baskoro Adiwiyono yang menjabat sebagai Head of Corporate Secretary and Communications AirAsia Indonesia, mengatakan yang paling penting terkait rencana IPO adalah pondasi bisnis yang harus kokoh.
"Dengan membangun momentum dari kuartal pertama tahun 2016 yang angkanya positif, diharapkan akan memperkuat pondasi yang diikuti dengan kuartal kedua dan seterusnya yang menjanjikan," tandas Baskoro. (ita/wdl)










































