Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, pihaknya akan menjaga nilai tukar sesuai dengan fundamentalnya. Rupiah juga tidak akan dibiarkan terlalu kuat.
"Kita di BI kalau pun ada capital inflow yang membuat tersedia valas yang besar, bikin rupiah menguat, BI akan jaga sesuai fundamentalnya. Kita tentu akan jaga itu," ungkap Agus di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (14/7/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rupiah yang terlalu kuat akan membuat ekspor tidak berdaya saing, sebab harga jual barang akan menjadi mahal. Hal ini juga menjadi kekhawatiran pemerintah.
"Penguatan rupiah (karena tax amnesty) pasti, tapi kita juga takut juga kalau rupiah terlalu kuat. Karena daya saing produk ekspor kita berkurang," imbuh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta tadi siang. (mkl/drk)











































