Gubernur BI: Kita Tidak Ingin Rupiah Terlalu Kuat

Gubernur BI: Kita Tidak Ingin Rupiah Terlalu Kuat

Maikel Jefriando - detikFinance
Kamis, 14 Jul 2016 19:02 WIB
Gubernur BI: Kita Tidak Ingin Rupiah Terlalu Kuat
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Dampak dari kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty akan mendorong arus dana masuk ke dalam negeri. Ini diyakini mampu mendorong penguatan nilai tukar rupiah.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, pihaknya akan menjaga nilai tukar sesuai dengan fundamentalnya. Rupiah juga tidak akan dibiarkan terlalu kuat.

"Kita di BI kalau pun ada capital inflow yang membuat tersedia valas yang besar, bikin rupiah menguat, BI akan jaga sesuai fundamentalnya. Kita tentu akan jaga itu," ungkap Agus di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (14/7/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita juga tidak ingin terlalu kuat, kita jaga di nilai fundamentalnya kalau rupiah menguat," tegasnya.

Rupiah yang terlalu kuat akan membuat ekspor tidak berdaya saing, sebab harga jual barang akan menjadi mahal. Hal ini juga menjadi kekhawatiran pemerintah.

"Penguatan rupiah (karena tax amnesty) pasti, tapi kita juga takut juga kalau rupiah terlalu kuat. Karena daya saing produk ekspor kita berkurang," imbuh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta tadi siang. (mkl/drk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads