Dana tersebut rencananya digunakan perseroan untuk mengembangkan anak perusahaan yang bergerak di bidang asuransi jiwa konvensional maupun syariah.
"Dana IPO buat inject dana modal di life insurance-nya jadi 92%, itu lari ke penambahan modal di Capital Life Rp 650 miliar, Rp 52,5 miliar nanti Capital Life Syariah, sisanya buat modal kerja saja," ujar Direktur Utama PT Capital Financial Indonesia (CASA), Hengky Setiono, di Main Hall BEI, Jakarta, Selasa (19/7/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenapa kita pilih syariah karena kita tahu pemain di industri syariah di Indonesia belum banyak, oke dari sisi unit syariah sudah banyak. Di Indonesia masyarakat muslimnya terbesar di dunia dan penetrasi asuransi jiwa syariah belum besar baru sekitar 0,08% dari PDB, masih banyak peluang di situ," tutur Hengky.
Ia mengatakan, minat investor cukup tinggi pada saham CASA yang terlihat dari permintaan saat book building mengalami over subscribe sebanyak 3,05 kali.
"Kemarin book building selama 29 Juni sampai 12 Juli masuk Rp 2,18 triliun jadi 3 kali lipat, karena penjatahan selesai target IPO-nya banyak yang nggak kebagian," ujar Hengky.
Targetkan Premi Rp 2 Triliun di 2017
PT Capital Financial Indonesia (CASA) menargetkan bisa meraup premi Rp 2 triliun di 2017. Angka ini naik dari tahun lalu yang hanya Rp 700 miliar.
Hal ini dapat dicapai dengan menyasar potensi masyarakat asuransi syariah juga dari perusahaan afiliasinya.
"Akhir tahun ini kita setting lagi untuk premi Rp 2 triliun ya, tahun lalu kita setting life insurance Rp 700 miliar, pada tahun ini kita targetkan ternyata di semester satu Rp 1 triliun, makanya kita naikkan lagi," ujar Hengky.
Ia juga menambahkan, memanfaatkan penduduk Indonesia berusia produktif agar tidak konsumtif dan lebih memilih investasi.
"Pertumbuhannya masih bisa besar, 66% dari 240 juta penduduk usia produktif, 19-55 tahun ditambah dengan PTKP, sehingga bebas pajak, sehingga daya belinya meningkat, tidak hanya konsumtif, tapi bisa investasi," kata Hengky.
Total klaim yang diterima oleh CASA menurut Hengky masih tergolong kecil.
"Klaim masih kecil, 2 sampai 3 nasabah nggak sampai Rp 100 juta," ujarnya. (drk/drk)











































