"Rupiah masih undervalue, masih terbuka untuk lebih kuat," terang Kepala Ekonom PT Bank Mandiri Tbk Anton Gunawan dalam seminar perekonomian terkini di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (25/7/2016).
Meski demikian, Anton mengakui, dana asing masih mengalir deras ke dalam negeri. Dalam catatan Bank Indonesia (BI) sampai dengan 18 Juli 2016, dana asing yang masuk sudah mencapai Rp 110 triliun. Sedangkan tahun lalu, secara keseluruhan hanya Rp 55 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"So far capital inflow sedikit lebih banyak dipengaruhi dari tax amnesty tetapi untuk goverment bond return-nya masih yang terbesar sehingga mengundang masuknya investor, khususnya asing," jelasnya.
"Dan terutama lagi baik valas baik Indonesia dengan US treasury ruangnya cukup besar, gap-nya. Dengan kata lain masih menarik," ungkap Anton. (mkl/drk)











































