Dolar AS Stagnan di Rp 13.000, Ekonom: Rupiah Masih Bisa Lebih Kuat

Dolar AS Stagnan di Rp 13.000, Ekonom: Rupiah Masih Bisa Lebih Kuat

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 25 Jul 2016 13:37 WIB
Dolar AS Stagnan di Rp 13.000, Ekonom: Rupiah Masih Bisa Lebih Kuat
Foto: CNBC
Jakarta - Dolar Amerika Serikat (AS) masih bergerak stagnan di kisaran Rp 13.000. Sejak pekan kemarin hingga siang ini, dolar AS stagnan di Rp 13.090. Angka tersebut dinilai masih undervalue. Nilai tukar rupiah diproyeksikan bisa lebih kuat ke depannya.

"Rupiah masih undervalue, masih terbuka untuk lebih kuat," terang Kepala Ekonom PT Bank Mandiri Tbk Anton Gunawan dalam seminar perekonomian terkini di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (25/7/2016).

Meski demikian, Anton mengakui, dana asing masih mengalir deras ke dalam negeri. Dalam catatan Bank Indonesia (BI) sampai dengan 18 Juli 2016, dana asing yang masuk sudah mencapai Rp 110 triliun. Sedangkan tahun lalu, secara keseluruhan hanya Rp 55 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal in tidak terlepas dari fundamental ekonomi yang dinilai masih baik serta dimulainya program pengampunan pajak atau tax amnesty. Ada persepsi positif bagi investor terkait ekonomi Indonesia yang semakin baik.

"So far capital inflow sedikit lebih banyak dipengaruhi dari tax amnesty tetapi untuk goverment bond return-nya masih yang terbesar sehingga mengundang masuknya investor, khususnya asing," jelasnya.

"Dan terutama lagi baik valas baik Indonesia dengan US treasury ruangnya cukup besar, gap-nya. Dengan kata lain masih menarik," ungkap Anton. (mkl/drk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads