Kenaikan laba bersih ini ditopang oleh naiknya pendapatan perseroan sebesar 7,4% menjadi Rp 21,5 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Demikian disampaikan perseroan dalam keterangan resminya seperti dikutip detikFinance, Rabu (27/7/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menjaga momentum bisnis dan mencatatkan kinerja yang positif di semester awal tahun 2016. Ini merupakan bukti kepercayaan dari konsumen, dengan kekuatan merek, staf yang berdedikasi dan komitmen dari rekan bisnis," ujar Direktur Utama HMSP Paul Janelle.
April 2016, para pemegang saham menyetujui pemecahan saham alias stock split 25:1. Dengan aksi korporasi ini, meningkatkan jumlah saham publik perseroan dari 4,652 miliar saham menjadi 116,318 miliar saham. Itu merupakan peningkatan jumlah saham yang signifikan.
Perseroan optimistis, bisnis HMSP akan terus meningkat dan berkomitmen untuk tetap menjadi pemimpin pasar di Asia Tenggara.
"Kapitalisasi market kami merupakan refleksi dari kepercayaan investor kepada Sampoerna. Dengan stock split ini, kami mendukung tujuan Bursa Efek Indonesia untuk meningkatkan jumlah saham publik dan meningkatkan transaksi," imbuhnya. (drk/hns)











































