Pada sesi awal perdagangan, indeks S&P 500 sempat menyentuh rekor tertingginya. Namun setelah itu turun akibat harga minyak turun ke bawah US$ 40/barel, atau tingkat terendahnya sejak April.
"Minyak sekali lagi menjadi penentu arah bagi investor untuk bergeak di pasar saham. Kita bisa melihat bagaimana dampak minyak ke pasar saham," kata Analis, Peter Kenny, dilansir dari Reuters, Selasa (2/8/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham sektor energi seperti Exxon dan Chevron, masing-masing turun 3,1% dan 3,3%. Namun saham sektor teknologi masih bisa naik. Saham Apple naik 1,8% dan induk Google yaitu Alphabet, naik 1,2%.
Ada sekitar 6,65 miliar lembar saham yang ditransaksikan. Di atas rata-rata transaksi harian, sebanyak 6,6 miliar lembar saham dalam 20 hari terakhir. (wdl/wdl)











































