Punya Online Trading, Bumiputera Sekuritas Incar Transaksi Harian Rp 39 M

Punya Online Trading, Bumiputera Sekuritas Incar Transaksi Harian Rp 39 M

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Selasa, 02 Agu 2016 13:28 WIB
Punya Online Trading, Bumiputera Sekuritas Incar Transaksi Harian Rp 39 M
Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - PT Bumiputera Sekuritas hari ini resmi meluncurkan platform online trading berbasis teknologi yang diberi nama Bumiputera Online Trading (BPOT). Online trading ini bertujuan untuk meningkatkan layanan kepada nasabah berupa sistem transaksi saham secara online.

Direktur Utama Bumiputera Sekuritas Ahmad Subagja mengatakan, dengan adanya BPOT, diharapkan dapat meningkatkan jumlah nasabah dan transaksi saham 20-30% per hari dari total transaksi. Sebagai informasi, rata-rata transaksi harian Bumiputera sekuritas saat ini sebesar Rp 20-30 miliar.

"Online trading adalah salah satu tools kita meningkatkan transaksi saham dan jumlah nasabah. Diharapkan jumlah transaksi meningkat 20-30% per hari ke total transaksi," katanya di UOB Plaza, Jakarta, Selasa (2/8/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk target nasabah, tahun ini ditargetkan mencapai 500 nasabah. Pihaknya mengincar mahasiswa sebagai target marketnya.

"Mungkin tahun ini bisa sampai 500 nasabah. Karena target kita selain ritel, khususnya juga mahasiswa dan para pemegang polis AJB (Asuransi Jiwa Bersama) Bumiputera yang hampir 1 juta orang. Kita akan lakukan sinergi dengan induk mengenai sosialisasi online trading kepada para pemegang polis AJB," ujarnya.

Peningkatan jumlah investor di Pasar Modal melalui Bumiputera Sekuritas juga menjadi salah satu target perusahaan. Saat ini, jumlah investor di Bumiputera sekuritas adalah sebanyak 4.446, yang terdiri dari 4.400 nasabah retail dan 46 nasabah institusi yang tersebar di dua cabang di Indonesia dan berkantor pusat di Jakarta.

Dengan total aset Bumiputera sekuritas saat ini sekitar Rp 130-150 miliar dan Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) sekitar Rp 80 miliar, Ahmad mengaku, Bumiputera sekuritas saat ini siap apabila nantinya ditunjuk menjadi salah satu perusahaan sekuritas penampung dana repatriasi tax amnesty.

"Kita sih berniat. Tapi Menteri Keuangan punya persyaratan khusus, salah satunya di top 20 untuk transaksi. Saat ini kita masih middle. Tapi secara kesiapan, kita siap kalau ditunjuk," pungkasnya.

Sebagai informasi, aplikasi BPOT yang resmi diluncurkan hari ini, dapat diakses melalui Windows Personal Computer, laptop dan juga smartphone. BPOT juga menghadirkan fitur Advanced order, yang memudahkan nasabah untuk mengatur order yang dilakukan secara otomatis dalam jangka waktu yang ditentukan, dan dapat digunakan untuk melakukan take profit atau stop loss serta fitur scanner yang membantu para nasabah untuk menganalisa dalam melakukan pembelian atau penjualan dalam waktu yang singkat dan tepat. (drk/drk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads