Penurunan laba bersih Astra pada semester I-2016 disebabkan karena pelemahan harga komoditas yang diikuti dengan penurunan permintaan alat berat. Selain itu, faktor lain juga datang dari bank yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh Astra yaitu Bank Permata. Angka kredit bermasalah alias Non Performing Loan (NPL) bank ini mencapai 4,6%.
"Tantangan pada semester pertama tahun ini yang berasal dari pelemahan harga komoditas dan permintaan terhadap alat berat, penurunan volume bisnis kontraktor pertambangan dan peningkatan kredit bermasalah di Permata Bank masih akan dirasakan hingga akhir tahun. Kendati demikian, kami berharap kinerja dari bisnis pembiayaan konsumen dan otomotif masih solid," terang Direktur Utama ASII Prijono Sugiarto saat jumpa pers di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/8/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masalah ada di bank, Bank Permata 4,6% memang kalau dilihat perbankan NPL laba sebelum provisi masih bagus. Perlambatan ekonomi 2015 menyebabkan NPL industri naik," ujar Gunawan.
Dirinya berharap, dalam beberapa waktu ke depan, angka NPL Bank Permata bisa ditahan atau bahkan ditekan dari 4,6%.
"Mudah-mudahan kondisi lebih baik dan akan menjadi pertumbuhannya sehingga secara keseluruhan NPL tertahan," tutur Gunawan. (drk/drk)











































