Laba Turun 12%, Bos Astra Singgung Kredit Macet dan Harga Komoditas

Laba Turun 12%, Bos Astra Singgung Kredit Macet dan Harga Komoditas

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Selasa, 02 Agu 2016 16:19 WIB
Laba Turun 12%, Bos Astra Singgung Kredit Macet dan Harga Komoditas
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 12% menjadi Rp 7,1 triliun di semester I-2016. Penurunan laba bersih juga didorong oleh pendapatan bersih konsolidasian Astra pada semester I-2016, yang juga turun 5% menjadi Rp 88,2 triliun.

Penurunan laba bersih Astra pada semester I-2016 disebabkan karena pelemahan harga komoditas yang diikuti dengan penurunan permintaan alat berat. Selain itu, faktor lain juga datang dari bank yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh Astra yaitu Bank Permata. Angka kredit bermasalah alias Non Performing Loan (NPL) bank ini mencapai 4,6%.

"Tantangan pada semester pertama tahun ini yang berasal dari pelemahan harga komoditas dan permintaan terhadap alat berat, penurunan volume bisnis kontraktor pertambangan dan peningkatan kredit bermasalah di Permata Bank masih akan dirasakan hingga akhir tahun. Kendati demikian, kami berharap kinerja dari bisnis pembiayaan konsumen dan otomotif masih solid," terang Direktur Utama ASII Prijono Sugiarto saat jumpa pers di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/8/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Independen Astra International, Gunawan Geniusahardja juga mengungkapkan, angka NPL Bank Permata sebesar 4,6% utamanya disebabkan oleh perlambatan ekonomi global sejak 2015. Akibatnya, industri kesulitan mengembalikan pinjaman ke bank.

"Masalah ada di bank, Bank Permata 4,6% memang kalau dilihat perbankan NPL laba sebelum provisi masih bagus. Perlambatan ekonomi 2015 menyebabkan NPL industri naik," ujar Gunawan.

Dirinya berharap, dalam beberapa waktu ke depan, angka NPL Bank Permata bisa ditahan atau bahkan ditekan dari 4,6%.

"Mudah-mudahan kondisi lebih baik dan akan menjadi pertumbuhannya sehingga secara keseluruhan NPL tertahan," tutur Gunawan. (drk/drk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads