Penjualan Lesu, Laba Pengembang Kota Deltamas Merosot 37%

Penjualan Lesu, Laba Pengembang Kota Deltamas Merosot 37%

Yulida Medistiara - detikFinance
Selasa, 02 Agu 2016 19:17 WIB
Penjualan Lesu, Laba Pengembang Kota Deltamas Merosot 37%
Foto: agung pambudhy
Jakarta - PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) membukukan penurunan laba bersih semester I-2016 menjadi Rp 486,16 miliar, merosot 37% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 772,2 miliar. Hal ini akibat dari ekonomi yang lesu dan penjualan yang menurun dari sebelumnya di semester I-2015 senilai Rp 45,24 miliar menjadi Rp 13,24 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Prudelta Lestari Hermawan Wijaya mengatakan, turunnya laba ini karena kondisi ekonomi yang lesu pada 2015 dan 2016. Selain itu, target marketing sales pada tahun lalu lebih besar sebesar 90 hektar, sedangkan tahun ini lebih rendah menjadi 50 hektar, dan hingga kini baru tercapai 11 hektar.

Selain itu, terjadi penurunan pendapatan dari Rp 1,2 triliun di semester I-2015 menjadi Rp 970 miliar di semester I-2016. Pendapatan tersebut diperoleh dari penjualan lahan industri pada kuartal kedua 2016. Meski begitu, Hermawan optimistis, kinerja perseroan akan terus meningkat di semester kedua, apalagi dengan adanya tax amnesty.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dibandingkan Juni 2016 dan 2015 ada penurunan sedikit Rp 1,2 triliun jadi Rp 970 miliar, itu drop, mungkin normal karena penjualan kita marketing sales kita jauh lebih tinggi targetnya, tahun lalu 90 hektar kalau tahun ini target 50 hektar. Kita masih yakin targetnya tercapai," ujar Hermawan, di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Selasa, (2/8/2016).

"Kenapa lebih rendah? ekonomi Indonesia pada tahun 2015-2016 ada sedikit penurunan. Tahun lalu kita mencapai 90 hektar penjualan industrinya, target kita bahwa ada penurunan permintaan lahan industri, tapi nggak masalah, normal. Tahun 2017 akan membaik lagi karena ada tax amnesty," imbuh Hermawan.

Hermawan menyebut, Deltamas masih memiliki kas senilai Rp 744,8 miliar sehingga mampu menangkap potensi pertumbuhan tanpa mengganggu struktur modal perusahaan. Sementara itu, total aset hingga akhir kuartal kedua mencapai Rp 7,35 triliun yang terdiri atas Rp 3,99 triliun aset lancar, Rp 3,36 triliun aset tidak lancar.

Total liabilitas tercatat Rp 231,4 miliar yang sebagian besar adalah liabilitas jangka pendek. Hingga akhir semester I-2016, Deltamas tidak memiliki utang kepada lembaga pembiayaan maupun obligasi. Total ekuitas perseroan mencapai Rp 7,1 triliun dengan jumlah saham sebanyak 48,2 miliar saham.

Total luas kawasan kota Deltamas mencapai 3.053 hektar dengan cadangan lahan mencapai lebih dari 1.600 hektar.. Penjualan lahan industri masih yang paling besar. Karena hampir 98% berfokus pada penjualan lahan industri.

Hermawan mengatakan akan melalukan re-launching segmen komersial dan hunian pada 2017. Deltamas telah menyelesaikan pembangunan serviced apartment yang akan beroperasi pada bulan ini di Deltamas.

Sebanyak 126 unit telah disewa oleh salah satu tenant, yaitu Mitsubishi. Hal itu juga dilakukan untuk mendukung akomodasi karyawan perusahaan di sekitar lokasi untuk menyediakan tempat tinggalnya.

"Kami lihat bahwa kawasan Deltamas membutuhkan akomodasi bagi para tenant yang menyewa lahan industri di Deltamas. Salah satu tenant yang menyewa apartmen kami selama dua tahun ke depan adalah Mitsubishi," kata Hermawan.

Setelah pembangunan serviced apartemen selesai, selanjutnya Deltamas akan membangun apartemen tahap II. Pembangunan ini senilai investasi Rp 130 miliar dengan total 126 unit. (drk/drk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads