Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 03 Agu 2016 06:55 WIB

Penjualan Otomotif di AS Lesu, Wall Street Negatif

Wahyu Daniel - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
New York - Bursa saham Wall Street di Amerika Serikat (AS) ditutup negatif pada perdagangan Selasa. Setelah munculnya data penjualan otomotif yang di bawah ekspektasi pelaku pasar.

Angka penjualan otomotif ini mempengaruhi proyeksi pertumbuhan ekonomi AS. Selain itu, penjualan otomotif yang di bawah proteksi, membuat saham produsen mobil, seperti Ford dan General Motors, turun lebih dari 4%.

GM melaporkan penjualan mobil di Juli 2016 turun 2% menjadi 267.258 unit dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, atau di bawah ekspektasi. Sementara penjualan Ford adalah 216.479 unit atau turun 3%.

Data ekonomi yang keluar menunjukkan, angka konsumsi masyarakat AS naik di atas ekspektari, khususnya untuk membeli barang dan jasa. Namun, pendapatan individu di AS hanya naik 0,2%, atau di bawah proyeksi yang sebesar 0,3%. Apalagi laju inflasi saat ini masih di bawah target bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed) yang sebesar 2%. Kondisi ini membuat sulit bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga acuannya.

"Orang mulai melihat bahwa banyak hal tidak berkembang seperti yang diperkirakan sepanjang Juli. Padahal pasar saham naik tinggi,: kata Analis, Peter Jankovkis, dilansir dari Reuters, Rabu (3/8/2016).

Selain itu, sentimen negatif juga muncul dari kembali turunnya harga minyak produksi AS ke bawa US$ 40/barel, atau turun 1,4% ke US$ 39,51/barel.

Pada perdagangan Selasa (2/8/2016), indeks Dow Jones turun 90,74 poin (0,49%0 ke 18.313,77. INdeks S&P 500 turun 13,81 poin (0,64%) ke 2.157,03. Sementara indeks Nasdaq turun 46,46 poin (0,9%) ke 5.137,73.

Ada sekitar 7,45 miliar lembar saham yang ditransaksikan, di bawah rata-rata transaksi harian, sebanyak 6,64 miliar lembar saham dalam 20 hari terakhir.

(wdl/wdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com