"Perusahaan mengalami penurunan laba bersih sebesar Rp 1,9 triliun atau turun sebesar 46% dari Rp 3,4 triliun," terang Presiden Direktur United Tractors Gidion Hasan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (4/8/2016).
Masing-masing unit usaha, yaitu mesin konstruksi (distribusi alat berat), kontraktor pertumbangan, pertambangan, dan industri konstruksi secara berturut-turut memberikan kontribusi sebesar 31%, 51%, 14% dan 4% terhadap total pendapatan bersih konsolidasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, Komatsu mampu mempertahankan posisi sebagai market leader alat berat. dengan pangsa pasar domestik sebesar 34%. Penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat mengalami penurunan sebesar 10% atau mencapai Rp 2,8 triliun. Secara total, pendapatan bersih dari segmen usaha mesin konstruksi mencatat penurunan sebesar 6% menjadi Rp 6,91 triliun.
Bidang usaha Kontraktor Penambangan yang dioperasikan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA) membukukan penurunan pendapatan bersih sebesar 22% menjadi Rp 11,6 triliun pada semester I-2016 dibandingkan Rp 14,7 triliun pada periode yang sama tahun 2015. PAMA juga mencatat penurunan volume produksi batu bara sebesar 4% menjadi 49.8 juta ton, dibandingkan 52,0 juta ton. Sementara itu, volume pemindahan tanah (overburden removal) turun sebesar 9% menjadi 339,2 juta bcm dari 373,7 juta bcm.
Bidang usaha Penambangan dijalankan oleh PT Tuah Turangga Agung. Penjualan batu bara pada semester pertama tahun 2016 meningkat sebesar 58% menjadi 4,5 juta ton, dibandingkan 2,8 juta ton pada periode yang sama tahun 2015. Sejalan dengan peningkatan volume penjualan batu bara, pendapatan dari unit usaha pertambangan meningkat sebesar 35% menjadi Rp 3,2 triliun dibandingkan Rp 2,4 triliun.
Bidang usaha lndustri Konstruksi dijalankan melalui PT Acset lndonusa Tbk ("ACST"). Pada semester perlama lahun 2016 ACST membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 944 miliar dan mencatat laba bersih sebesar Rp 33 miliar. Sampai dengan bulan Juni 2016, ACST telah mendapatkan kontrak baru sebesar Rp 2,4 triliun. Guna mendukung perkembangan usahanya, ACSET telah melakukan penambahan modal sebesar Rp600 miliar yang diperoleh melalui rights issue pada bulan Juni 2016. Dana tersebut akan digunakan seluruhnya untuk modal kerja dan belanja modal. (dna/dna)











































