"Target kita laba operasional yang semula Rp 1,5 triliun naik jadi Rp 1,7 triliun," terang Choliq di acara Investor Day di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/8/2016).
Lantaran potensi laba opersional perusahaan mengalami kenaikan, perusahaan akhirnya mengubah rencana penggunaan dana penawaran saham alias Initial Public Offering (IPO) anak usahanya yakni PT Waskita Beton Precast .
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun belakangan, Perusahaan mengubah rencana tersebut.
"Hasil IPO PT Waskita Beton Precast sekitar Rp 4 triliun akan ditempatkan sepenuhnya sebagai ekuitas," kata Choliq
Alhasil, meski target perolehan laba operasional mengalami kenaikan, namun target perolehan laba konsolidasi mengalami penurunan.
"Target laba (konsolidasi) Rp 2 triliun berdasarkan RKAP yang ada Rp 1,5 triliun laba operasional dan Rp 520 miliar laba penjualan 10% saham Waskita Beton Precast. Tapi, kita putuskan hasil penerbitan saham sepenuhnya untuk modal anak usaha jadi kita hanya mengandalkan laba operasional. Jadi sebenarnya bertambah dari Rp 1,5 triliun jadi Rp 1,7 triliun," pungkas dia. (dna/hns)











































