Masuknya startup company ke inkubator yang dibentuk oleh OJK ini dilakukan untuk mematangkan pengelolaan keuangan dan manajemen perusahaan agar kinerja ke depannya dapat menghasilkan keuntungan yang membaik.
Inkubator yang dimaksud adalah sebuah tempat di mana pemilik startup dapat langsung bertemu dengan para investor yang memiliki ketertarikan kepada usaha tersebut. Pemilik startup dan investor nantinya akan berdiskusi mengenai rencana bisnis ke depan dan jika tertarik, investor dapat langsung menanamkan modalnya ke perusahaan rintisan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah startup companies dibina dalam sebuah wadah yang disebut inkubator, startup companies yang sudah dianggap mapan baru bisa melantai di BEI. Program pembinaan yang dilakukan OJK ini merupakan program jangka menengah untuk melancarkan langkah startup melantai di BEI.
"Nanti kalau mereka sudah besar dan sudah mulai bisa masuk ke pasar modal, mereka bisa di IPO-kan. Tapi ini kan program untuk jangka panjang atau menengah untuk mereka sampai menjadi perusahaan go public atau Tbk," tutur Nurhaida.
OJK juga tengah mempersiapkan berbagai kriteria untuk startup company yang dapat melantai di BEI. Pihaknya menambahkan, startup yang berpotensi melantai di BEI dalam waktu dekat adalah startup yang bergerak di bidang informasi dan teknologi atau IT. Di tengah perkembangan zaman, startup company yang bergerak di bidang IT memiliki peluang yang amat besar.
"Startup ini sedang kita siapkan dulu peraturan-peraturannya seperti apa dan kerja sama dengan SRO dan bursa. Di awal ini kemungkinan startup itu diakomodir dulu itu, misalnya memang IT companies karena biasanya mereka butuh modal agak besar di awal, kemudian mereka juga punya prospek, tapi bertahaplah," kata Nurhaida.
Pihaknya pun belum berani merinci kapan peraturan terkait startup dapat melantai di BEI dapat direalisasikan. Hal ini dikarenakan banyaknya detail yang harus dikaji lebih dalam agar tidak menimbulkan masalah lagi ke depannya. Namun, saat ini OJK dan BEI tengah merancang peraturan tersebut agar dapat selesai secepatnya.
"Semua itu banyak sekali yang sedang kita kerjakan. Kemudian masing-masing itu sudah ada tim yang mengerjakan, tentu mereka akan berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan. Tentu semua ingin selesai cepat, tapi kita juga harus lihat di dalam program itu tentu ada proses," terang Nurhaida. (drk/drk)











































